Isi Novel
Novel ini berisikan tentang misteri pembunuhan yang dilakukan oleh
seorang dokter dan dokter tersebut berencana melakukan pembunuhan
terhadap seorang detective yang berhasil mengungkapkan kasus pembunuhan
sang dokter tersebut dan detective itu berhasil menjebak dan menangkap
sang dokter pembunuh tersebut.
Tujuan Pengarang
· Memberikan efek misteri yang menegangkan sehingga membuat pembacanya menjadi penasaran.
· Menuliskan imajinasi yang ada dipikiran pengarang dan mengembangkan cerita itu ke dalam sebuah paragraf (sebuah buku)
Tujuan Penyusunan Resensi Novel
· Untuk memenuhi tugas soft skill Bahasa Indonesia
· Untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang isi novel ini layak atau tidak untuk dibaca.
· Untuk menambah wawasan dan mengasah kemampuan untuk membuat resensi.
Manfaat Novel
Novel ini bermanfaat bagi semua masyarakat yang menyukai hal-hal yang berbau misteri
Sasaran
Novel ini ditujukan untuk masyarakat luas dari bawah, menengah, dan atas. Khususnya para remaja, para siswa SMA, dan mahasiswa.
Sistematika Novel
Novel ini tersusun secara sederhana, dimulai dari pembuka cerita, isi cerita, dan penutup cerita.
Dari Segi Kebahasaan dan Ejaan
Dilihat dari segi bahasa, pengarang novel ini menggunakan Bahasa Indonesia yang sangat baku.
Sinopsis
Nyonya Hudson pemilik pondokan yang di tempati oleh
Sherlock holmes menemukan Sherlock sedang sakit aneh. Dia sudah
menderita penyakit itu selama 3 hari dan Nyonya Hudson memanggil sahabat
Dr. Watson untuk memeriksa Sherlock holmes atau sahabatnya itu. Setelah
Dr. Watson menerima kabar bahwa sahabatnya terserang penyakit aneh dari
timur, dia segera bergegas pergi menuju pondok Nyonya Hudson yang
ditempati oleh Sherlock holmes untuk memeriksanya.
Sesampainya Dr. Watson di pondok yang ditempati Sherlock, dia
terkejut melihat sahabatnya terbaring lemah di tempat tidur, lalu Dr.
Watson bertanya kepada Sherlock, “Oh sahabatku !“ tangis Dr.Watson
sambil mendekatinya. “Menjauh ! Menjauhlah dariku !“ kata Sherlock
dengan nada angkuh. Ku pikir ini hanya terjadi di saat-saat kritis
seperti ini. “Bila kau mendekat padaku, Watson, maka aku akan mengusurmu
dari rumah ini“ jelas Sherlock. ”Tapi mengapa ?“ tanya Watson. “Karena
aku menginginkannya seperti itu, mengerti ?“ kata Sherlock. “Aku hanya
ingin membantu“ jelas Watson. “Tepat sekali ! Bila kau akan sangat
membantu jika kau mendengar kata-kata ku” kata Sherlock. “Tentu,
Sherlock” jelas Watson. Sherlock mengendurkan ketegangan sikapnya. “Kau
tidak marah ?” tanya Sherlock sambil terengah-engah berusaha untuk
bernafas. “Bagaimana mungkin aku bisa marah padamu jika kamu sedang
dalam keadaan menyedihkan seperti ini ?” tanya Watson. “Ini demi
kebaikanmu sendiri, Watson” erang Sherlock.
Setelah mereka berbicara tentang penyakit yang diderita Sherlock lalu
Sherlock meminta Dr. Watson untuk memanggilkan Tuan Culverton Smith
untuk menyembuhkan Sherlock karena Tuan Culverton Smith mengetahui jenis
penyakit yang diderita Sherlock bukan Dr. Watson maka dari itu Sherlock
meminta Watson untuk memanggil Tuan Culverton.
Watson bergegas pergi untuk mengikuti perintah Sherlock. Setelah
sesampainya di kediaman Tuan Culverton Smith, Watson bertanya kepada
penjaga rumah Tuan Culverton. “Permisi, apakah Tuan Culverton Smith ada
ditempat ?” tanya Watson. “Ada, tapi dia sedang bekerja dan tidak ingin
diganggu” kata Sang penjaga rumah, lalu Watson menerobos masuk kedalam
rumah Tuan Culverton, Tuan Culverton pun keluar dari ruang kerjanya
karena mendengar dobrakan pintu yang dibuat oleh Watson. “Siapa kau ?”
tanya Culverton. “Saya Watson, maafkan saya telah mengganggu pekerjaan
anda, tapi masalah ini tidak dapat ditunda lagi, Tuan Sherlock Holmes
menderita penyakit aneh dari timur.” Ada efek yang luar biasa aneh yang
tampak dari wajah Tuan Culverton itu saat Watson menyebutkan nama
Sherlock Holmes. Sepintas wajah Tuan Culverton terlihat marah, lalu
berubah menjadi keras dan waspada. Setelah itu Watson menceritakan
gejala penyakit yang diderita oleh Sherlock dan memohon kepada Tuan
Culverton untuk datang ke kediaman untuk memeriksa keadaan Sherlock.
Tuan Culverton pun menerima permohonan Watson untuk datang dan memeriksa
keadaan Sherlock.
Watson kembali sendiri ke kediaman Sherlock karna Tuan Culverton
menyuruhnya pergi duluan ke kediaman Sherlock sebab Tuan Culverton ada
urusan yang harus dikerjakannya dan Tuan Culverton akan tiba di
kediaman Sherlock 30 menit lagi . Setelah Watson tiba di kediaman
Sherlock, Watson menceritakan apa yang sudah di perintahkan Sherlock
kepadanya dan berkata kepada Sherlock bahwa Tuan Culverton akan tiba 30
menit lagi disini. Tiba-tiba Sherlock menyuruh Watson utnuk mengumpat di
balik ruangan di sebelah lemari Sherlock,Dan Watson pun menuruti apa
yang di perintahkan oleh Sherlock. Dan tibalah Tuan Culverton di
kediaman Sherlock Holmes,dan Tuan culverton disambut hangat oleh
Sherlock holmes dan Sherlock pun menceritakan apa tentang penyakit yang
dialami oleh Sherlock dan di mana dia terkena penyakit itu. Sherlock pun
bercerita bahwa dia terkena penyakit itu dari sebuah bungkusan kiriman
dari pos dan setelah di buka bungkusan yang berisi kotang kubus itu dia
terkena jebakan jarum yang membuatnya menjadi sakit sekarang.
Tiba-tiba Tuan Culverton Tertawa senang dan dia mengakui bahwa dia
yang mengirim jebakan balas dendam itu waktu Tuan Culverton terlibat
suatu kasus dengan Sherlock dan Sherlock menyuruh tuan Culverton
menyalakan lampu minyak. Pada saat itu Sherlock mendadak sembuh dan tuan
Culverton pun terkejut dan Sherlock pun mengungkapkan hipotesis dan
alibi bahwa dia berakting menderita penyakit aneh itu untuk menjebak
tuan Culverton supaya mengakui kejahatannya tersebut, lalu maksud dari
Sherlock menyuruh tuan Culverton menyalakan lampu minyak itu tanda bahwa
tuan Culverton menyerahkan diri sebab diluar kamar Sherlock Holmes
sudah berada polisi yang menyamar sebagai tamu pemondokan Nyonya Hudson.
Identitas Buku
1. Judul Buku : Sherlock Holmes ( Misteri sang dokter pembunuh )
2. Jenis Buku : Fiksi
3. Pengarang : Sir Arthur Conan Doyle
4. Penerbit : Narasi
5. Cetakan : I, 25-1-2010
6. Halaman Buku : 104 halaman
7. Ukuran Buku : 11 cm x 18 cm