Beberapa pendekatan pengembangan sistem:
1. Structured Approach
Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan
teknikteknik yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil
akhir darisistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang
strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas. Beberapa metodologi
pengembangan sistem yang terstruktur telah banyak yang diperkenalkan
baik dalam bukubuku, maupun oleh perusahaan-perusahaan konsultan
pengembang sistem. Metodologi ini memperkenalkan penggunaan alat-alat
dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur. Konsep
pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep yang baru. Teknik
perakitan di pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk alat-alat
elektronik adalah dua contoh baru konsep ini yang banyak digunakan di
industri-industri. Konsep ini memang relatif masih baru digunakan dalam
mengembangkan sistem informasi untuk dihasilkan produk sistem yang
memuaskan pemakainya. Melalui pendekatan terstruktur,
permasalahan yang kompleks dalam organisasi dapat dipecahkan
dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih
memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai
dengan anggaran biaya, dapat meningkatkan produktivitas dan
kualitas akan lebih baik (tanpa kesalahan).
2. Concurent Approach Audit
Auditor sebagai anggota tim pengembangan sistem. Mereka
membatu tim dalam meningkatkan kualitas pengembangan sistem untuk
pembangunan dan pengimplementasian sistem spesifik.
3. Postimplementation Approach Audit
Auditor mencari untuk membantu organisasi belajar dari
pengalaman dalam pengembangan sistem aplikasi yang spesifik. Tambahan,
mereka boleh juga melakukan evaluasi kebutuhan sistem untuk di susun
kembali, dilanjutkan atau di modifikasi dalam berbagai cara.
4. General Approach
Auditor mengevaluasi pengendalian pengembangan sistem secara menyeluruh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar